Blog

Kiat kiat agar janin tetap sehat

Kiat Mudah agar Janin Tetap Sehat Sejatinya, kesehatan anak diperoleh sejak ia masih berada dalam kandungan.

1. Penuhi Kebutuhan Kalori Harian dan Yodium

Jumlah asupan yang Anda konsumsi sangat memengaruhi nutrisi janin. Karena itu, singkirkan niat untuk diet atau menghindari peningkatan berat badan selama hamil. Jika memang berat badan Anda meningkat pesat saat hamil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Jangan Lupakan Yodium, kekurangan yodium selama hamil dapat menghambat perkembangan fisik dan mental bayi (hipotiroidisme). Karena itu, pastikan kebutuhan yodium harian selama hamil tercukupi.

Yodium bisa Anda temukan pada ikan tuna dan sarden, bayam, serta susu. Jika perlu, Anda juga bisa mendapatkan yodium dari suplemen.

2. Tingkatkan Asupan Kalsium dan Vitamin D

Kalsium sangat diperlukan untuk pembentukan gigi, tulang, hati, saraf, dan otot janin. Sedangkan, vitamin D dapat meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh. Karena itu, pastikan kebutuhan kalsium dan vitamin D Anda terpenuhi

3. Minum Air Putih yang Cukup

Dalam menjaga kesehatan janin dalam kandungan, ibu hamil juga memerlukan asupan air putih yang cukup. Air putih tak hanya mencegah dehidrasi dan melancarkan saluran pencernaan, tetapi juga melancarkan aliran darah dari ibu ke janin melalui plasenta.

Mengonsumsi air putih yang cukup dapat membantu menyalurkan nutrisi ke plasenta dan mencukupi kebutuhan cairan ketuban pada bayi.

4. Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Tips lain agar janin sehat dan sempurna, ibu hamil perlu memperhatikan kesehatan gigi dan mulut.. Saat hamil, terjadi perubahan hormonal yang bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit pada gusi yang jika tidak ditangani dapat mengganggu perkembangan janin.

Untuk itu, ibu hamil selalu dianjurkan rutin membersihkan gigi setidaknya dua kali dalam sehari, membersihkan sela-sela gigi dengan dental floss, maupun berkumur dengan obat kumur. Jika perlu, konsultasikan dengan dokter gigi terkait hal ini.

5. Konsumsi Makanan yang Matang

Selain memperhatikan kalori harian selama hamil, saat hamil Anda pun dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang matang. Hindari daging atau ikan mentah selama hamil karena bisa meningkatkan risiko

6. Ingat Pentingnya Asam Folat

Asam folat berfungsi untuk menunjang pembentukan sel-sel dan sistem saraf. Jika kebutuhan asam folat tidak terpenuhi, risiko cacat bawaan pada janin akan lebih besar.

Selain asam folat yang didapat dari suplemen, asam folat juga bisa Anda temukan pada sayuran hijau dan buah-buahan seperti jeruk, pisang, dan alpukat.

7. Perhatikan Asupan Zat Besi

Selama hamil, kebutuhan zat besi meningkat untuk pembentukan sel darah merah dan plasenta. Oleh karena itu, pastikan kebutuhan zat besi harian Anda terpenuhi dengan mengonsumsi daging, sayur, dan buah-buahan.

Tak hanya dari makanan, Anda juga bisa konsumsi suplemen zat besi sesuai anjuran dokter. Kekurangan zat besi selama kehamilan dapat meningkatkan risiko perdarahan saat proses kelahiran dan berat badan bayi lahir rendah..

8. Jaga Berat Badan

Selama kehamilan bukan berarti Anda bisa makan sepuasnya dan tak memperhatikan kenaikan berat badan. Normalnya, wanita hamil akan mengalami peningkatan berat badan sebanyak 11-16 Kg.

Namun kenaikan ini ditentukan dari IMT (indeks massa tubuh) awal sebelum hamil. Peningkatan berat badan yang berlebihan saat hamil dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional.

Diabetes dalam kehamilan dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan berlebih (> 4000 gram), hipoglikemia pada bayi, dan kelahiran prematur..

9. Rutin Berolahraga

Cara menjaga agar bayi sehat dalam kandungan yang tak kalah penting adalah berolahraga secara rutin. Tidak jarang, ibu hamil mengalami rasa mudah lelah. Hal ini sering kali membuat ibu malas untuk bergerak dan berolahraga.

Padahal berolahraga saat kehamilan memberikan banyak manfaat, seperti meningkatkan kualitas tidur, mengurangi keluhan nyeri pinggang, melatih pernapasan, menjaga berat badan tetap stabil, serta menurunkan risiko terjadinya preeklampsia dan diabetes gestasional.

10. Hindari Stres

Kunci agar janin tetap sehat adalah Ibu yang bahagia. Hindari stres karena selain dapat memengaruhi kesehatan Anda, juga bisa mengganggu perkembangan janin.

Jika Anda merasa sedih atau kesal, sebaiknya diceritakan kepada pasangan, keluarga, atau psikolog bila perlu. Memendam perasaan terlalu lama dapat meningkatkan risiko depresi.

Selain itu, sempatkan diri untuk melakukan hal-hal yang Anda sukai, misalnya menonton film, menyulam, dan lain sebagainya.

11. Istirahat

Semakin bertambahnya usia kehamilan, mungkin Anda cenderung sulit tidur pada malam hari akibat keluhan nyeri pinggang maupun sesak napas.

Hal ini sangat wajar terjadi, namun Anda bisa menyiasatinya dengan tetap istirahat dan tidur siang agar jumlah jam tidur terpenuhi.

Saat Anda istirahat cukup, janin dalam kandungan Anda akan berkembang dengan baik. Namun, jika Anda tidak mencukupi kebutuhan tidur, maka meningkatkan risiko untuk mengalami preeklampsia.

12. Rutin Kontrol Ke Dokter

Selain tips agar janin sehat dan sempurna di atas, jangan lupa untuk cek kehamilan rutin ke dokter. Pemeriksaan kehamilan perlu dilakukan untuk memantau perkembangan janin dan kesehatan ibu.

Apabila selama pemeriksaan rutin ditemukan hal yang tidak sesuai, maka dokter bisa mempersiapkan tindakan ataupun melakukan terapi sejak dini.

Ingat, agar janin tetap sehat, kesehatan ibu hamil juga harus dijaga dengan baik dan benar, ya.